02 Mei 2011

Jogja, Kopi dan Aku [Tentang Kopi - Part 2]


JOGJAKARTA

Siapa yang tidak tergoda untuk sekadar menyusuri jalan Malioboro, atau menikmati eksotisnya benteng Vredeburg di kala malam, atau menyesap segelas kopi Joss di samping stasiun Tugu di waktu senja,  bercengkerama dengan seniman jalanan di depan Kantor Pos Besar, ataupun hanya duduk diam di salah satu sudut Jogja ketika hujan mengguyur kota tua ini? Ah, Jogja memang selalu ada di hati setiap penghuninya.

Pada tahun 2006, kantor tempatku bekerja membuka cabang di Jogjakarta dan aku dtugaskan untuk stay di Jogja for a while, perasaanku membuncah waktu itu. Saking senangnya, sampai-sampai aku lupa untuk memikirkan bahwa aku tidak punya satu pun teman di kota tua nan antik ini.

Sesampainya di Jogja, aku sangat takjub, dengan semboyannya “Jogja Berhati Nyaman”,  kota ini menjadi tempat yang sangat pas untuk menikmati hidup. Waktu seakan berjalan sangat santun di sini. Tak ada kemacetan, tak ada banjir, polusi, bahkan bisingnya kendaraan bermotor masih bisa ditolelir di Jogja.

Menyusuri setiap jalanan Jogjakarta dengan sebuah sepeda adalah rutinitasku selepas jam kerja. Menikmati senja yang mulai bergelanyut manja di langit Jogja, menjadi agenda rutinku setiap hari. Terkadang sepeda aku belokan ke toko buku, tapi tak jarang pula aku parkirkan di sebuah kedai kopi sekitaran Gejayan dan Selokan Mataram.

Suasana Jogjakarta yang sangat ramah dan tenang membuat keinginan untuk menikmati kota ini semakin kuat. Aku tambah betah untuk berlama-lama di sebuah kedai kopi, entah itu seorang diri, bersama beberapa sahabat yang sudah mulai kukenal, atau hanya dengan waiter dan waitress kedai kopi tersebut, mereka pun sudah kukenal layaknya teman lama.

Dan sekarang, bersama sahabat-sahabat tercintaku, aku sudah mencicipi hampir 70% kedai kopi yang ada di Jogja ini. Ya, di sini banyak sekali tempat ngopi yang enak, dan tentu saja dengan harga yang sangat bersahabat. Beragam pilihan ada di Jogja, mulai dari kopi tubruk kelas angkringan, kopi eksotis dan ekstrem a la Kopi Joss, sampai kopi kelas atas yang bisa dinikmati di gerai-gerai kopi yang terdapat di pusat perbelanjaan.

Ini ada beberapa tempat ngopi favorit yang sering aku kunjungi di Jogja.
Voila...

01 April 2011

Aku dan Kopi [Tentang Kopi - Part 1]


Hari pertama di Bulan Maret yang dingin dan bisu. Selasa. Kemarau yang tidak jadi mampir tahun lalu membuat udara bertiup dengan sangat dingin dan kering, terkadang malah disertai dengan gerimis kecil yang menggugurkan daun belimbing di halaman belakang rumahku.

Aku turun dari tempat tidur, tepat sebelum alarm dari handphone-ku berbunyi. Kulirik suamiku masih pulas terbenam dalam selimut tebalnya, setelah memberikan kecupan hangat, aku pun segera bergegas ke dapur dan membuka pintu belakang untuk kemudian menikmati keharuman embun yang masih menyisakan kesegaran.

Di pagi hari yang masih jujur dan telanjang itu, aku selalu memulai rutinitas pagiku dengan menyeduh secangkir kopi; memanaskan ketel air –ya, sebenarnya bisa dari dispenser, tapi kopi terasa lebih nikmat jika diseduh dengan air mendidih– menyiapkan dua buah cangkir, menuangkan 2 sendok kecil kopi, 2 sendok kecil gula putih, kemudian dicampur dengan krimer atau susu putih, tak ketinggalan bubuk kayu manis pun aku tambahkan sebagai penyedap.


Setelah kopi siap, aku membawanya ke teras belakang. Duduk diam seorang diri dan segera menyapa alam yang masih enggan mengucap salam. “Selamat pagi semesta raya, semoga hari ini membawa keberkahan buatku dan orang-orang di sekelilingku dan semoga semua urusan hari ini dimudahkan, amin.” Ucapku dalam hati sambil menikmati sruputan pertama dari cangkir kopiku.

11 Maret 2011

Buku: Wedding Checklist

Pernikahan merupakan momen spesial bagi siapa saja, terlebih bagi Anda para perempuan, semua rasa berkumpul menjadi satu; cemas, takut, terharu, bahagia, bahkan sedih sekalipun.

Ya, beberapa bulan yang lalu juga saya merasakannya, untuk itu, sekarang saya mau sharing melalui sebuah buku yang akan menemani hari-hari "berat" Anda menjelang detik-detik pernikahan itu.




Judul     : Wedding Checklist, 
A-Z Mempersiapkan pesta pernikahan tanpa bantuan wedding planner
 
Penulis   : Herlina P. Dewi
Penerbit : Stiletto Book
Harga     : Rp29.500,-
Terbit     : Maret 2011

Buku ini akan menjadi teman yang akan memberi Anda motivasi dan inspirasi dalam setiap detik persiapan pernikahan Anda, sehingga Anda bisa menanggalkan status single dengan senyum terus merekah.

Semua persiapan pernikahan dibahas secara detail, lengkap dengan tips-tips praktis dalam menghemat biaya. Jadi, jangan panik jika Anda tidak menyewa wedding planner, tak perlu kelabakan membuat konsep foto pre-wedding, memilih undangan, gaun pengantin, souvenir, catering, dll. Bahkan perjanjian pra-nikah pun dibahas secara tuntas disini.

Special buat Anda para perempuan, buku ini sengaja dikemas selayaknya sebuah diary, dilengkapi dengan lembaran-lembaran memo yang bisa Anda isi sehingga banyak momen istimewa yang bisa Anda tuliskan disini, juga frame-frame cantik tempat Anda memajang foto. 

09 Januari 2011

Campur Tangan Tuhan

Pernahkah kamu memperhatikan, bahwa sekeras apapun kita mencoba, kita tak dapat mengontrol berbagai kejadian dalam hidup? Apakah kita dilahirkan di sebuah keluarga yang diinginkan? Apakah kita senang dengan pekerjaan yang semula kita kira sangat sempurna? Apakah pasangan kita menjadi sesosok orang yang selama ini kita idam-idamkan?

Dan, pernahkan kamu memperhatikan, bahwa kamu melakukan sesuatu demi mencapai hasil tertentu yang terkadang hasilnya jauh daripada yang kamu harapkan? Seakan-akan kita boleh saja berencana, menetapkan target-target, menciptakan visi-visi dan berbagai master plan, lalu mengayunkan langkah untuk mencapainya, tetapi kita tak akan pernah tahu detail apa saja yang akan terjadi dalam hidup kita.

Kita tak akan pernah tahu apakah detail yang kita bayangkan akan pudar dan lenyap, atau berubah wujud menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda, bahkan tak terbayangkan, apakah itu menyenangkan atau membosankan.

01 Januari 2011

Resolusi Tahun Baru? Penting Nggak Sih?

Mungkin sebagian orang tidak menganggap begitu penting dan tidak harus dipikirkan dengan serius, "Jalani saja apa yang ada didepan mata, yang penting do the best, resolusi? ah bullshit..!!" (Kamu masuk ke golongan ini, bukan?)

Tapi buat sebagian yang lain, resolusi itu hukumnya wajib!! Bahkan ada loh temanku yang dibela-belain sampai naik gunung setiap tahun baru demi sebuah kerangka resolusi yang fresh dan original. Hebat, kan?

Oke, buat yang menganggap resolusi tidak penting, mending nggak usah diterusin baca ini deh, daripada nanti aku kena timpuk.. aw..!! Dan buat kalian yang well organized, silakan diteruskan... Tapi, eh...itu kopinya disruput dulu, nanti keburu dingin loh! Heuheu...
 

19 Desember 2010

Black Light Shines On

Kuraba kesunyianmu
dalam keajaiban senja
pantai itu

Ada kematian yang kau sembunyikan
diam-diam, meski kilau butiran pasir berkabar masih kau simpan
di balik renda-renda matamu

Kita pun merengkuh
perlahan menyunyah jarak
Membiarkan kenangan yang jatuh
menjadi undakan jejak

"Lukisan di telapak tanganku tentang hari esok itu, masih ada?"
Bisikku

Harapan, apapun warnanya
mungkin sebuah kemewahan
Dan aku pun ingin tertawa
karena kita sempat memilikinya

Lalu kita berjalan meniti kelam
sebelum laut hilang ombak
hingga jarum jam letih berdetak

Dan hilang ditelan kelam

12 November 2010

I do not have a Ferrary, but I do have a home library

Bagi aku pribadi, BUKU merupakan bagian yang tidak terpisahkan.

sebagian buku-buku favoritku, kalau kamu?

Lewat buku, aku mengintip berbagai tempat di dunia sebelum mengunjunginya (semoga).
Lewat buku, aku membaca pemikiran orang-orang besar seolah-olah langsung berhadapan dengan tokoh tersebut.
Lewat buku, kita bisa belajar tanpa merasa digurui.
Dan lewat buku pun, kita bisa mendapatkan banyak inspirasi untuk melanjutkan hidup.. :)

Dari zaman kuliah kemarin (sengaja dipilih "kemarin" biar kelihatan masih muda belia, haha) koleksi bukuku udah lumayan menumpuk. Terlalu sering pindah-pindah kota, membuat sebagian buku-bukuku berceceran di mana-mana. Nah... tidak mau kejadian itu terulang lagi, akhirnya aku sangat memimpikan mempunyai sebuah home library. Ya keinginan ini sudah ada sejak lama, tapi karena selama ini aku tinggal di kostan (maklom musafir, he!) jadi keinginan itu untuk sementara di post phone dulu.

11 November 2010

Just Do It..!!

Bertekadlah bahwa suatu hal itu dapat dan akan terselesaikan. Dan kita akan menemukan jalan keluar - Abraham Lincoln -

Hidup selalu adalah di sini, dan saat ini, dengan seribu satu kemungkinan dalam tiap detiknya. 

Seandainya sekali saja kita membuat keputusan "Aku ingin mencoba sesuatu yang lain", kita akan membuka berbagai jalur di dalam diri kita yang membuat kreativitas mengalir, kaitan-kaitan tak terduga dapat diciptakan, dan berbagai kemungkinan baru pun terbuka. 

Ya, Just Do It!! 

Selamat berkarya temans... ^^

Ditulis pada suatu malam ketika aku berjanji untuk merealisasikan planning yang selama ini hanya bisa aku impikan, Bismillah... Semoga ini benar-benar bisa terlaksana, dan diberi jalan kemudahan.

Amin!! 

Semangat!!