secangkirkopimu
Hidup itu indah begini adanya, meskipun segala sesuatunya tidak ada yang sempurna...
14 Februari 2012
Buku: A Cup Of Tea - Menggapai Mimpi
Judul: A Cup Of Tea – Menggapai Mimpi
Penyusun: Herlina P. Dewi dan Reni Erina
Pemberi komentar/renungan: Faiz Hayaza’ (Psikolog & Motivator)
Tebal: 220 halaman
Harga: 40.000
Sinopsis:
Setiap orang punya cara dan jalan untuk menggapai mimpinya. Untuk itulah “A Cup of Tea - Menggapai Mimpi” hadir, mempersembahkan kisah inspiratif yang diuraikan oleh 20 penulis. Di dalam buku ini, ada banyak suntikan motivasi yang layak untuk kita serap. Persoalan demi persoalan, kendala yang menghadang, serta kekurangan di sana-sini, adalah bagian dari proses yang harus dilewati.
Semua mencoba berbagi kisah agar bisa berguna bagi orang lain. Semangat, tekad dan kerja keras yang melahirkan kekuatan adalah persembahan motivasi bagi pembaca sekalian. Dan mungkin kita tak menyadari, bahwa kekuatan mimpi bisa begitu dahsyatnya.
Kontributor:
Al Ninezia - Anya Rey - Dewi Muliyawan - Drg. Deasy Rosalina - Dwi Rahmawati - Etyastari Soeharto - Evi Sri Rezeki - Glenn Alexei - Harry Gunawan - Kartika Setianingrum - Lucya Chriz - Meilina Widyawati - Ni Made Rimawati - Novi Nine - Sofia Orlando - Venny Mandasari - Weni Mardi Waluyani - Yoana Dianika
Testimoni:
"Buku yang luar biasa ini menuturkan dengan sangat menyentuh tentang bagaimana banyak hati berdamai dengan keterbatasan dan melahirkan energi dahsyat untuk mengubah keadaan. Kisah-kisah dengan ragam latar belakang yang hadir di sini, akan membuka hati kita untuk melihat dunia sebagai lahan harapan yang tak habis-habis." (Alberthiene Endah, Penulis)
"Ada usaha keras di balik setiap mimpi. Karena mimpi yang membuat hidup jadi lebih bermakna, beranilah bermimpi setinggi mungkin. Seperti 18 (+2) perempuan hebat nan inspiratif di buku indah ini." (Brilyantini, Editor in Chief Majalah Sekar)
Setiap kisah dalam buku ini akan disertai dengan catatan dan renungan dari seorang psikolog, jadi pembaca akan lebih mudah menangkap hikmah, motivasi dan juga nilai positif yang bisa diambil dari setiap cerita.
Terbitkan Bukumu Bersama Stiletto Book.
Stiletto Book adalah penerbit buku perempuan. Sebuah penerbitan yang mendedikasikan diri untuk menerbitkan naskah-naskah fiksi maupun non fiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan; life style, keuangan, kecantikan, kesehatan, travelling, parenting, relationship, daaaaaaan segala dinamika perempuan modern.
Semua buku Stiletto Book bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Gunung Agung, Togamas, Social Agency, Rumah Buku, dll di semua kota di wilayah Jawa dan kota2 besar di luar Jawa (Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali).
Gambaran kerja sama.
Stiletto akan memberikan royalti yang besarnya antara 8% - 10% tergantung dari pengalaman penulis.
Semua buku Stiletto Book bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Gunung Agung, Togamas, Social Agency, Rumah Buku, dll di semua kota di wilayah Jawa dan kota2 besar di luar Jawa (Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali).
Gambaran kerja sama.
Stiletto akan memberikan royalti yang besarnya antara 8% - 10% tergantung dari pengalaman penulis.
- Penulis yang sudah menerbitkan minimal 3 buku*, berhak atas royalti 10%
- Penulis yang sudah menerbitkan 2 buku*, berhak atas royalti 9%
- Penulis pemula (baru menerbitkan 1 buku* atau belum), berhak atas royalti 8%.
Silakan kirim naskah terbaik Anda dengan ketentuan sbb:
1. Sample Naskah Fiksi, berisi:
- Satu bagian naskah Anda / paling tidak 30 halaman pertama.
- Gambaran umum cerita selanjutnya.
- Thema: dunia perempuan (genre bebas: teenlit, chicklit, romance, fiksi ilmiah, dll)
2. Sampel Naskah Non-Fiksi, berisi:
- Satu bagian naskah Anda / paling tidak 30 halaman pertama.
- Daftar Isi / outline
- Bertema tentang dunia perempuan.
Sertakan juga Biografi Anda (maks. 2 halaman), yang berisi:
- Total halaman naskah.
- Pesan yang ingin disampaikan melalui naskah tersebut dan alasan kenapa Stiletto Book harus menerbitkan naskah Anda.
- Profil Penulis. Paling tidak berisi tentang: Biodata umum, karya tulis yang pernah dipublikasikan (jika ada), komunitas/organisasi yang diikuti dan seberapa besar naskah Anda potensial untuk dibaca komunitas tersebut (jika ada)
Ketentuan Penulisan dan Pengiriman Naskah:
- Naskah ditulis dalam kertas ukuran A4, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader
- Panjang naskah antara 100 - 200 halaman
- Kirimkan sample naskah disertai dengan biografi Anda dalam bentuk attachment ke alamat [email] stilettobook@gmail.com, tuliskan Judul Naskah dan Nama Anda pada subjek email.
- Kurang lebih 1 bulan naskah yang Anda kirim akan segera kami respon.
- Diutamakan penulisnya berjenis kelamin perempuan.. :) Tapi tidak menutup kemungkinan jika ada penulis laki-laki yang punya naskah berthema "perempuan".
- Jika Stiletto Book tertarik untuk menerbitkan naskah Anda, maka penulis bersedia mengirimkan naskah lengkap dalam bentuk hardcopy ke alamat Redaksi Stiletto Book:
Jl. Melati No. 171. Sambilegi Baru KidulMaguwoharjo. Depok. Sleman. YogyakartaTelp: (0274) 960 9484
Yuuuuk, tunggu apa lagi? Mari berbagi ilmu untuk ikut berpartisipasi mencerdaskan perempuan Indonesia melalui buku yang Anda tulis. Sebarkan info ini ya.
Be smart and sexy with Stiletto Book
Salam,
Herlina P. Dewi
Editor in Chief Stiletto Book
07 Desember 2011
Buku: A Cup Of Tea for Complicated Relationship
Judul : A Cup Of Tea For Complicated Relationship
Penyunting : Lygia Pecanduhujan dan Herlina P. Dewi
Harga : Rp40.000,-
Tebal : 210 halaman
Penyunting : Lygia Pecanduhujan dan Herlina P. Dewi
Harga : Rp40.000,-
Tebal : 210 halaman
![]() | |||||||
| A Cup Of Tea For Complicated Relationship |
Sinopsis:
Setiap manusia tentunya berharap ingin memiliki cinta yang indah dan abadi. Namun, bagaimana jika cinta yang ada di hadapan kita menjadi begitu rumit? Mulai dari cinta beda agama, cinta segitiga, cinta sesama jenis, sampai dengan poligami dan poliandri.
Bersama buku ini, Anda seperti menemukan teman untuk saling berbagi, betapa cinta memang layak kita perjuangkan. Kalaupun langkah kita mesti terhenti, bukan berarti dunia kita telah berakhir. Mungkin, Tuhan telah menyiapkan sebentuk cinta lain untuk Anda.
Mari, duduklah sejenak. Biarkan hal lain yang harus Anda lakukan menunggu sebentar. Nikmatilah secangkir teh Anda bersama 20 kisah nyata yang ditulis dengan jujur ini, Anda akan menemukan banyak cinta, semangat dan harapan di dalamnya.
![]() |
| Ayu Ting Ting bersama buku ACOT - Complicated Relationship |
![]() | ||||||
| Olla Ramlan bersama buku ACOT - Complicated Relationship |
11 Juni 2011
Dunia kopi, kopi yang mendunia [tentang kopi, Part 3]
Kopi; media sosialisasi dan me time
Kopi menurutku bukan hanya minuman penambah energi dan penahan kantuk, tapi juga minuman yang bisa dipakai untuk bersosialisasi. Bahkan, sekarang teman-temanku bisa dengan gampangnya bilang “ngopi-ngopi, yuk!” Padahal yang dimaksud adalah “ngumpul-ngumpul, yuk!” Lihat, betapa minum kopi sudah mulai membudaya dalam keseharian kita.
Selain dengan para sahabat tercinta, seringkali ketika aku punya janji dengan relasi (stah! ngeri...) aku selalu menunjuk tempat ngopi sebagai tempat janjian kami, seperti tidak ada pilihan lain selain coffee shop. Ya, karena di coffee shop lah aku selalu merasa nyaman dan hommy di tengah aroma kopi dan obrolan dengan sahabat, dari mulai obrolan ringan seputar ga pentingnya gossip tentang Anang, sampai dengan obrolan berbau PSSI yang semakin lama semakin panas dan juga busuk.
Selain sebagai media untuk bersosialisasi, kopi juga seringkali membuatku ingin lama-lama menghabiskan waktu sendirian, ya.. it’s a me time, just me and a cup of coffee. Biasanya aku akan mendatangi kedai kopi yang sedikit sepi, membuka laptop di pojok ruangan, dan mulai menyalakan notebook untuk sekedar online atupun menulis (kalau lagi mood), diantara kopi, laptop dan suasana yang tenang, selalu berhasil membuatku lupa waktu, kalau sudah begini, aku cuma bisa pulang kalau sudah diingatkan suami saja...:)
Kopi; Minuman yang melahirkan pencerahan
Kenapa kopi begitu populer sampai saat ini? Konon, sebelum mengenal kopi, bangsawan Eropa pada jaman dulu selalu menikmati sarapan paginya dengan setumpuk roti, bir hangat dan makanan lain yang sifatnya menghambat kerja otak.
Menu sarapan tersebut segera berganti setelah mereka mengenal kopi, dengan menu hidangan ringan dan secangkir kopi, mereka justru lebih berenergi tentu berkat kandungan kafeinnya.
Bahkan, Eropa mendapat tambahan energi dan berubah wajahnya setelah mengenal kopi. Berikut adalah fakta-fakta sejarah tentang hebatnya kopi berpengaruh terhadap dunia:
- Revolusi ilmu pengetahuan, pencerahan dan perubahan sosial politik pada abad ke XVII dan XVIII di Eropa dan Amerika, terjadi berkat adanya kopi dan kedai kopi. Apakah kedai kopi yang menggerakkkan otak-otak para pemikir itu? Ya, karena di kedai kopi lah para intelektual itu leluasa membaca buku, berdiskusi sambil meneguk secangkir kopi. Hmm... Andaikan ini juga terjadi di negara kita, ya? Pasti revolusi penggulingan presiden akan terjadi lagi, oooops...
- Sejarawan terkenal Perancis, Jules Michelet, dengan yakin mengatakan kopi lah yang mengubah sejarah Perancis. “Kopi itu minuman yang tak memabukkan. Stimulan mental yang kuat, meningkatkan kejernihan otak” Katanya.
- Voltaire, filsuf dan politikus yang berperan penting dalam dalam Revolusi Perancis itu dalam sehari menghabiskan 40 (em-pat-pu-luh) gelas kopi yang dicampur cokelat. Kopi itu membuat otak Voltaire lebih encer dan lancar berpikir, sehingga bisa melancarkan ide-ide demokrasi modern yang mengubah sejarah Perancis dan wajah dunia politik di seluruh dunia.
02 Mei 2011
Jogja, Kopi dan Aku [tentang kopi, part 2]
Jogjakarta
Siapa yang tidak tergoda untuk sekedar menyusuri jalan Malioboro, atau menikmati eksotisnya benteng Vredeburg dikala malam, atau menyesap segelas kopi Joss di samping stasiun Tugu diwaktu senja, bercengkerama dengan seniman jalanan di depan Kantor Pos Besar, ataupun hanya duduk diam di salah satu sudut Jogja ketika hujan mengguyur kota tua ini? Ah, Jogja memang selalu ada di hati setiap penghuninya.
Pada tahun 2006, kantor tempatku bekerja membuka cabang di Jogjakarta dan aku dtugaskan untuk stay di Jogja for a while, perasaanku membuncah waktu itu, saking senangnya, sampai-sampai aku lupa untuk memikirkan bahwa aku tidak punya satupun teman di kota tua nan antik ini.
Sesampainya di Jogja, aku sangat takjub, dengan semboyannya “Jogja berhati nyaman” itu, kota ini menjadi tempat yang sangat pas untuk menikmati hidup, waktu seakan berjalan sangat santun disini, tak ada kemacetan, tak ada banjir, polusi, bahkan bisingnya kendaraan bermotor masih bisa ditolelir di Jogja.
Menyusuri setiap jalanan Jogjakarta dengan sebuah sepeda adalah rutinitasku selepas jam kerja, menikmati senja yang mulai bergelanyut manja di langit Jogja, menjadi agenda rutinku setiap hari, terkadang sepeda aku belokan ke toko buku, tapi tak jarang pula aku parkirkan di sebuah kedai kopi sekitaran Gejayan dan Selokan Mataram.
Suasana Jogjakarta yang sangat ramah dan tenang membuat keinginan untuk menikmati kota ini semakin kuat, aku tambah betah untuk berlama-lama di sebuah kedai kopi, entah itu seorang diri, bersama beberapa sahabat yang sudah mulai kukenal, atau hanya dengan waiter dan waitresse kedai kopi tersebut, merekapun sudah kukenal layaknya teman lama.
Dan sekarang, bersama sahabat-sahabat tercintaku, aku sudah mencicipi hampir 70% kedai kopi yang ada di Jogja ini. Ya, disini banyak sekali tempat ngopi yang enak, dan tentu saja dengan harga yang sangat bersahabat. Beragam pilihan ada di Jogja dari mulai kopi tubruk kelas angkringan, kopi eksotis dan ekstrim a la Kopi Joss, sampai kopi kelas atas yang bisa dinikmati di gerai-gerai kopi yang terdapat di pusat perbelanjaan.
Ini ada beberapa tempat ngopi favorit yang sering aku kunjungi di Jogja, voila.. :
01 April 2011
Aku dan Kopi [tentang kopi, part 1]
Hari pertama di Bulan Maret yang dingin dan bisu, selasa, kemarau yang tidak jadi mampir tahun lalu membuat udara bertiup dengan sangat dingin dan kering, terkadang malah disertai dengan gerimis kecil yang menggugurkan daun belimbing di halaman belakang rumahku.
Aku turun dari tempat tidur tepat sebelum alarm dari handphone-ku berbunyi, kulirik suamiku masih pulas terbenam dalam selimut tebalnya, setelah memberikan kecupan hangat, aku pun segera bergegas ke dapur dan membuka pintu belakang untuk kemudian menikmati keharuman embun yang masih menyisakan kesegaran.
Di pagi hari yang masih jujur dan telanjang itu, aku selalu memulai rutinitas pagiku dengan menyeduh secangkir kopi; memanaskan ketel air –ya, sebenarnya bisa dari dispenser, tapi kopi terasa lebih nikmat jika diseduh dengan air mendidih– menyiapkan dua buah cangkir, menuangkan 2 sendok kecil kopi, 2 sendok kecil gula putih kemudian dicampur dengan creamer atau susu putih, tak ketinggalan bubuk kayu manis pun aku tambahkan sebagai penyedap.
Setelah kopi siap, aku membawanya ke teras belakang, duduk diam seorang diri dan segera menyapa alam yang masih enggan mengucap salam. “Selamat pagi semesta raya, semoga hari ini membawa keberkahan buatku dan orang-orang disekelilingku dan semoga semua urusan hari ini dimudahkan, amin” ucapku dalam hati sambil menikmati sruputan pertama dari cangkir kopiku.
11 Maret 2011
Buku: Wedding Checklist
Pernikahan merupakan momen spesial bagi siapa saja, terlebih bagi Anda para perempuan, semua rasa berkumpul menjadi satu; cemas, takut, terharu, bahagia, bahkan sedih sekalipun.
Ya, beberapa bulan yang lalu juga saya merasakannya, untuk itu, sekarang saya mau sharing melalui sebuah buku yang akan menemani hari-hari "berat" Anda menjelang detik-detik pernikahan itu.
Ya, beberapa bulan yang lalu juga saya merasakannya, untuk itu, sekarang saya mau sharing melalui sebuah buku yang akan menemani hari-hari "berat" Anda menjelang detik-detik pernikahan itu.
![]() |
| Buy 1, Get 1 Free niiiih... :) |
Judul : Wedding Checklist,
A-Z Mempersiapkan pesta pernikahan tanpa bantuan wedding planner
Penulis : Herlina P. Dewi
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : xiv-184; 12 X 17 cm
ISBN : 978-602-96145-8-9
Harga : Rp29.500,-
Terbit : Maret 2011
Buku ini akan menjadi teman yang akan memberi Anda motivasi dan inspirasi dalam setiap detik persiapan pernikahan Anda, sehingga Anda bisa menanggalkan status single dengan senyum terus merekah.
Semua persiapan pernikahan dibahas secara detail, lengkap dengan tips-tips praktis dalam menghemat biaya. Jadi, jangan panik jika Anda tidak menyewa wedding planner, tak perlu kelabakan membuat konsep foto pre-wedding, memilih undangan, gaun pengantin, souvenir, catering, dll. Bahkan perjanjian pra-nikah pun dibahas secara tuntas disini.
Special buat Anda para perempuan, buku ini sengaja dikemas selayaknya sebuah diary, dilengkapi dengan lembaran-lembaran memo yang bisa Anda isi sehingga banyak momen istimewa yang bisa Anda tuliskan disini, juga frame-frame cantik tempat Anda memajang foto.
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : xiv-184; 12 X 17 cm
ISBN : 978-602-96145-8-9
Harga : Rp29.500,-
Terbit : Maret 2011
Buku ini akan menjadi teman yang akan memberi Anda motivasi dan inspirasi dalam setiap detik persiapan pernikahan Anda, sehingga Anda bisa menanggalkan status single dengan senyum terus merekah.
Semua persiapan pernikahan dibahas secara detail, lengkap dengan tips-tips praktis dalam menghemat biaya. Jadi, jangan panik jika Anda tidak menyewa wedding planner, tak perlu kelabakan membuat konsep foto pre-wedding, memilih undangan, gaun pengantin, souvenir, catering, dll. Bahkan perjanjian pra-nikah pun dibahas secara tuntas disini.
Special buat Anda para perempuan, buku ini sengaja dikemas selayaknya sebuah diary, dilengkapi dengan lembaran-lembaran memo yang bisa Anda isi sehingga banyak momen istimewa yang bisa Anda tuliskan disini, juga frame-frame cantik tempat Anda memajang foto.
09 Januari 2011
campur tangan tuhan
Pernahkah kamu memperhatikan, bahwa sekeras apapun kita mencoba kita tak dapat mengontrol berbagai kejadian dalam hidup? Apakah kita dilahirkan disebuah keluarga yang diinginkan? Apakah kita senang dengan pekerjaan yang semula kita kira sangat sempurna? Apakah pasangan kita menjadi sesosok orang yang selama ini kita idam-idamkan?
Dan pernahkan kamu memperhatikan bahwa kamu melakukan sesuatu demi mencapai hasil tertentu yang terkadang hasilnya jauh daripada yang kamu harapkan? Seakan-akan kita boleh saja berencana, menetapkan target-target, menciptakan visi-visi dan berbagai master plan, lalu mengayunkan langkah untuk mencapainya, tetapi kita tak akan pernah tahu detail apa saja yang akan terjadi dalam hidup kita.
Kita tak akan pernah tahu apakah detail yang kita bayangkan akan pudar dan lenyap, atau berubah wujud menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda, bahkan tak terbayangkan, apakah itu menyenangkan atau membosankan.
Dan pernahkan kamu memperhatikan bahwa kamu melakukan sesuatu demi mencapai hasil tertentu yang terkadang hasilnya jauh daripada yang kamu harapkan? Seakan-akan kita boleh saja berencana, menetapkan target-target, menciptakan visi-visi dan berbagai master plan, lalu mengayunkan langkah untuk mencapainya, tetapi kita tak akan pernah tahu detail apa saja yang akan terjadi dalam hidup kita.
Kita tak akan pernah tahu apakah detail yang kita bayangkan akan pudar dan lenyap, atau berubah wujud menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda, bahkan tak terbayangkan, apakah itu menyenangkan atau membosankan.
Langgan:
Entri (Atom)







